Menurut Prof Wang Minum Chlorella Sorokiniana sebanding dengan mengkonsumsi sayur-sayuran sebanyak 1 kg.
“Kalau tumbuh-tumbuhan seperti sayur membutuhkan waktu satu bulan untuk panen.
Dengan populasi yang semakin bertambah, maka lama kelamaan stok sayuran itu
tidak akan cukup. Makanya saya memutar otak untuk meneliti Chlorella Sorokiniana ini yang
tidak akan habis dengan bertambahnya populasi penduduk,” kata Wang Sun Te.
Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukannya, Chlorella Sorokiniana dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena
merupakan sejenis algae yang hidup di air bersih dan memiliki kandungan nutrisi
lengkap sehingga dapat membantu meregenerasi sel-sel yang telah rusak.
Namun, tentu saja dengan diikuti
dengan perubahan gaya
hidup dan pola makan yang benar. Hal ini didukung dengan kandungan PPARs
(Peroxisome Proliferator Activated Receptors).
“Berdasarkan pada penelitian yang
telah dilakukan, khasiat dari ganggang ini bisa menyembuhkan penyakit-penyakit
kronis, mulai dari kencing manis, kolesterol, diabetes sampai kanker,”
terangnya.
Menurutnya lagi, sudah banyak
orang yang telah memeroleh khasiat dari produk ganggang ini. “Sejak dahulu
ganggang ini banyak digunakan oleh astronot yang pergi ke angkasa dan menjadi
salah satu perhatian dari para peneliti. Lalu muncul yang namanya chorella,
spirulina,” jelas pria berbahasa Mandarin ini.
Tak hanya itu saja, sambungnya,
banyak negara yang telah mencoba membudidayakan ganggang ini.
“Jepang pertama kali menggunakan
jenis ganggang ini. Tapi iklim dan cuaca dari negara Jepang tidak pantas
mengembangbiakkannya. Akhirnya,
Taiwan salah
satu negara yang cocok untuk perkembangbiakan ganggang ini. Karena suhu,
situasi, iklimnya sangat cocok sekali yaitu 28-32 derajat Celsius,” beber pria
berambut putih ini. Tapi untuk kondisi Asia Tenggara seperti Indonesia,
kurang pas karena airnya panas dan memiliki musim panas.
“Jenis ganggang ini merupakan
jenis formula yang ditemukan profesor Wang Sun Te, yang cara pembuatannya hanya
diketahui olehnya,” ujar wanita keturunan Tionghoa ini.
Sejalan dengan Wang Sun Te,
seorang alumnus Harvard Medical School,
USA, Prof Dr Su
Ih Jen PhD, menambahkan. “Bahkan dari riset yang ditemukan Chlorella Sorokiniana dapat
membantu, mengontrol, dan mencegah virus dari flu burung. Ada tiga hal yang utama disebut metabolisme
desease, salah satunya adalah high cholesterol, diabetes, hipertensi, dan
penuaan dini,” tuturnya.
Menurutnya, penelitian Chlorella Sorokiniana yang dapat mengontrol berbagai macam penyakit itu karena
mengandung PPARS. Kandungan dari PPARS mampu melawan penyakit-penyakit yang
berbahaya. Apa yang ada dalam Chlorella Sorokiniana sudah cukup dalam tubuh kita,
sehingga tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen lain.
Meski demikian, untuk
mengkonsumsinya harus berdasarkan pada penyakit yang diderita.
“Bagi penderita penyakit akut
sebaiknya mengkonsumsi 1 botol Chlorella Sorokiniana yang dilakukan untuk mengontrol
penyebaran dan penyakit-penyakit lain. Tapi untuk penyakit kulit mungkin
penyakit yang tidak terlalu berat maka dilihat intensifitasnya dalam 3-5 hari.
Sedangkan untuk kolesterol perlu waktu 3-4 minggu, dan diabetes perlu tiga
bulan untuk melihat dampaknya,” pungkasnya.
