Rabu, 22 Februari 2012

Makanan Astronot



Menurut Prof Wang Minum Chlorella Sorokiniana sebanding dengan mengkonsumsi sayur-sayuran sebanyak 1 kg. “Kalau tumbuh-tumbuhan seperti sayur membutuhkan waktu satu bulan untuk panen. Dengan populasi yang semakin bertambah, maka lama kelamaan stok sayuran itu tidak akan cukup. Makanya saya memutar otak untuk meneliti Chlorella Sorokiniana ini yang tidak akan habis dengan bertambahnya populasi penduduk,” kata Wang Sun Te.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukannya, Chlorella Sorokiniana dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena merupakan sejenis algae yang hidup di air bersih dan memiliki kandungan nutrisi lengkap sehingga dapat membantu meregenerasi sel-sel yang telah rusak.

Namun, tentu saja dengan diikuti dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang benar. Hal ini didukung dengan kandungan PPARs (Peroxisome Proliferator Activated Receptors).

“Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, khasiat dari ganggang ini bisa menyembuhkan penyakit-penyakit kronis, mulai dari kencing manis, kolesterol, diabetes sampai kanker,” terangnya.

Menurutnya lagi, sudah banyak orang yang telah memeroleh khasiat dari produk ganggang ini. “Sejak dahulu ganggang ini banyak digunakan oleh astronot yang pergi ke angkasa dan menjadi salah satu perhatian dari para peneliti. Lalu muncul yang namanya chorella, spirulina,” jelas pria berbahasa Mandarin ini.

Tak hanya itu saja, sambungnya, banyak negara yang telah mencoba membudidayakan ganggang ini.

“Jepang pertama kali menggunakan jenis ganggang ini. Tapi iklim dan cuaca dari negara Jepang tidak pantas mengembangbiakkannya. Akhirnya, Taiwan salah satu negara yang cocok untuk perkembangbiakan ganggang ini. Karena suhu, situasi, iklimnya sangat cocok sekali yaitu 28-32 derajat Celsius,” beber pria berambut putih ini. Tapi untuk kondisi Asia Tenggara seperti Indonesia, kurang pas karena airnya panas dan memiliki musim panas.

“Jenis ganggang ini merupakan jenis formula yang ditemukan profesor Wang Sun Te, yang cara pembuatannya hanya diketahui olehnya,” ujar wanita keturunan Tionghoa ini.

Sejalan dengan Wang Sun Te, seorang alumnus Harvard Medical School, USA, Prof Dr Su Ih Jen PhD, menambahkan. “Bahkan dari riset yang ditemukan Chlorella Sorokiniana dapat membantu, mengontrol, dan mencegah virus dari flu burung. Ada tiga hal yang utama disebut metabolisme desease, salah satunya adalah high cholesterol, diabetes, hipertensi, dan penuaan dini,” tuturnya.

Menurutnya, penelitian Chlorella Sorokiniana yang dapat mengontrol berbagai macam penyakit itu karena mengandung PPARS. Kandungan dari PPARS mampu melawan penyakit-penyakit yang berbahaya. Apa yang ada dalam Chlorella Sorokiniana sudah cukup dalam tubuh kita, sehingga tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen lain.

Meski demikian, untuk mengkonsumsinya harus berdasarkan pada penyakit yang diderita.

“Bagi penderita penyakit akut sebaiknya mengkonsumsi 1 botol Chlorella Sorokiniana yang dilakukan untuk mengontrol penyebaran dan penyakit-penyakit lain. Tapi untuk penyakit kulit mungkin penyakit yang tidak terlalu berat maka dilihat intensifitasnya dalam 3-5 hari. Sedangkan untuk kolesterol perlu waktu 3-4 minggu, dan diabetes perlu tiga bulan untuk melihat dampaknya,” pungkasnya.